3 Alasan Menurunkan Masker ke Dagu Beresiko Kena Virus Corona, Dokter Jelaskan Teknis Penularannya

Warga beraktivitas menggunakan masker di kawasan Bundaran HI, Jakarta

Terangkum 3 alasan menurunkan masker ke dagu justru beresiko kena virus corona.

Dokter juga memberi penjelasan teknis, bagaimana masker yang diturunkan ke dagu bisa beresiko menularkan virus corona.

Pendapat menurunkan masker ke dagu ini disorot para ahli medis, tak hanya di Indonesia tapi juga luar negeri.

Oleh karena itu penting bagi masyarakat untuk paham dan mengetahui cara menggunakan masker yang tepat.

Umumnya, masker diturunkan ke dagu saat hendak makan dan minum.

Berikut 3 alasan kenapa menurunkan masker ke dagu justru beresiko kena virus corona:

1. Mencemari Bagian Dalam Masker

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan menurunkan masker ke dagu sangat tidak disarankan.

Hal itu disampaikan Achmad Yurianto dalam siaran langsung konferensi pers di kanal YouTube BNPB, Minggu (12/7/2020).

"Kita tidak menyadari, menurunkan masker ke dagu itu sama dengan mencemari bagian dalam masker dengan penyakit yang mungkin nempel di dagu."

"Sehingga kalau kemudian (masker) kita naikkan lagi ke atas, itu tidak memberikan makna yang baik untuk kita," jelasnya.

Oleh karena itu, jika terpaksa harus melepas masker seperti akan makan atau berbicara, sebaiknya masker benar-benar dilepas dan bukan menurunkannya ke dagu.

"Kalau terpaksa harus melepas masker, lepas jangan disangkutkan di dagu karena droplet kita atau kuman penyakit yang ada diluar yang mungkin nempel di dagu akan pindah ke bagian dalam dari masker kita."

"Setelah selesai, gunakan lagi (masker) dengan tetap menjaga bagian dalam masker tetap tidak terpapar benda yang lain," ungkapnya.

2. Meningkatkan Penyebaran Virus dengan 2 Cara

Pendapat serupa juga diungkapkan seorang dokter spesialis anestesiologi dan dosen di Yale School of Medicine Shan Soe-Lin.

Seperti dilansir dari situs New York Times, Lin mengatakan masker yang telah digunakan dan diletakkan pada dagu bisa meningkatkan penyebaran virus dengan dua cara.

Pertama lewat tidak adanya lagi perlindungan di area penting, yakni hidung dan mulut.

“Ketika Anda tidak menggunakan masker dengan benar seperti diletakkan di dagu, risiko Anda untuk terinfeksi lebih besar.

Terlebih jika Anda dihadapkan dengan banyak orang sehingga dengan kata lain, tidak ada gunanya menggunakan masker sejak awal,” katanya seperti dikutip dari Gridhealth.

3. Kuman Mudah Terhirup

Tingkat risiko lain semakin besar jika masker yang kita gunakan itu sudah kotor atau dalam artian telah dihinggapi kuman dan bakteri akibat beraktivitas.

“Dengan meletakkan masker yang kotor ke dagu, kuman dan bakteri di dalamnya pun bisa dengan mudah terhirup melalui hidung,” ujarnya.

Untuk kedua alasan tersebut, Lin pun mengimbau agar setiap orang yang akan melepas masker benar-benar melakukannya.

“Bukan sekedar dilepas dan diletakkan pada area dagu melainkan dicopot dari wajah Anda dan dibuang.

Apabila membutuhkannya kembali, gunakan yang baru agar lebih steril,” pungkasnya.

Kesalahan umum lainnya

Selain menurunkan masker ke dagu, ada beberapa kesalahan lainnya yang umum dilakukan seseorang ketika memakai masker.

Dikutip dari TribunJogja.com artikel 'Cara Pakai Masker yang Benar dan Aman', intip ulasan selengkapnya di berikut ini.

1. Tidak mencuci tangan sebelum pakai masker

Tahapan awal ini sering dilanggar, merasa bahwa bagian wajah terutama alat pernafasan tubuh yaitu hidung yang harus dilindungi dengan masker.

Pengguna jadi lupa menjalankan ketentuan awalnya, yaitu mencuci tangan dengan sabun dan air.

Pasalnya menggunakan masker adalah momen menyentuh bagian wajah, maka kebersihan tangan harus diprioritaskan.

2. Longgar menggunakan masker

Karena tidak terbiasa menutup wajah, masih banyak nih yang nggak betah memakai maskernya. Akhirnya pakai masker asal-asalan, dipasang longgar agar bisa bernafas lega.

Melonggarkan masker boleh-boleh saja, namun sebaiknya jangan sampai kelonggaran ini menjadi celah menerobosnya virus corona ke dalam tubuh kita.

Perhatikan bagian kanan dan kiri pipi pengguna masker, jika celahnya terlalu lebar maka kencangkan talinya dan tarik bagian tengah hidung agar ada ruang hembusan napas.

3. Mengenakan masker bolak balik

Ingat fenomena jaket bolak balik. Nah, kebiasaan ini kerap ditiru masyarakat Indonesia demi melakukan penghematan, bahkan pada penggunaan masker. Duh!

Konsep masker adalah menyaring udara luar agar partikel yang lebih besar dari O2 tidak tembus ke area pernafasan. Kalo hasil saringan dibalik dan dipake di bagian dalam, maka kamu menyerap langsung debu dan virusnya.

4. Cuma Nempel saja

Ini juga sering kita temui, pengguna masker hanya memakainya di atas hidung, tidak ditarik sampai bawah dagu. Si mulut dibiarkan terbuka karena mau ngobrol dulu.

Atau yang lebih banyak dilakukan, masker hanya dipakai untuk menutupi mulut sementara hidung dibiarkan terbuka. Entah yang ini apa tujuannya, mungkin gatal di permukaan hidung.

Kalo begini, masker dengan kualitas super nggak bakal berguna menyaring virus corona.

5. Menyentuh Permukaan Luar

Udah dilarang menyemtuh area wajah, eh pengguna masker malah terus-terusan menyentuh bagian luar masker. Justeru imi yang dapat membahayakan diri sendiri.

Bagian luar tersebut adalah bagian filter yang berguna untuk menyaring virus ataupun bakteri dari luar. Kalo tersentuh, maka virus, kuman, atau bakteri bisa berpindah ke jari-jari tangan.

Jika sudah begini, partikel-partikel virus bisa menempel pada benda-benda yang sering kita pegang misalnya ponsel, stang motor atau gelas minum kita.

6. Menarik dan Memasangnya Lagi

Wah sering secara tidak sengaja, kita menarik masker yang sedang kita pakai saat mengobrol dengan orang lain atau pada saat makan, taruh di leher atau di atas kepala.

Setelah itu, tanpa disadari lalu memasangnya kembali. Ini sangat fatal mengingat virus yang ada pada bagian filter bisa menempel pada jari-jari tangan.

Coba lepas masker di bagian talinya. Atau yang oakai buff tarik bagian dalam ke luar. Dan sebaiknya putar bagian brlakang ke depan jika mau digunakan kembali, tapi kalo lupa ya mending bawa dua, satu untuk pergi, satu untuk pulang.

Sumber : https://suryamalang.tribunnews.com
HALAMAN SELANJUTNYA:

Loading...

0 Response to "3 Alasan Menurunkan Masker ke Dagu Beresiko Kena Virus Corona, Dokter Jelaskan Teknis Penularannya"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel